Monday, August 12, 2019

Vivo S1, Kamera Fitnah Hasanah Membawa Berkah

Tiga puluh dua, ini yang sekilas saya baca ketika melihat spesifikasi gawai Vivo S1. Saat itu terlintas dalam benak: “katanya gawai keren, ini mah standar banget, hampir semua gawai di zaman now memiliki kapasitas penyimpan 32MB”. Ternyata oh ternyata, saya salah besar. Angka 32 tersebut bukanlah kapasitas penyimpanan, melainkan ukuran megapiksel dari kamera depan yang dimiliki gawai ini.
sumber foto: mobygeek.com

What, seriuskah?
Serius banget guys. gawai Vivo S1 ini memiliki kamera depan 32MP which is untuk saat ini Vivo S1 menjadi gawai yang memiliki kamera depan dengan resolusi tertinggi, hmmmmm. Selain resolusinya yang tinggi, kamera ini  juga didukung  beberapa mode terkini, seperti Artificial Intellegence (AI) Face Beauty, AI Selfie Lighting, AR Sticker, AI Filter dan fitur lainnya yang akan membuat tampilan foto yang dihasilkan menjadi semakin menarik, bisa dibilang hasil swafoto kita kecenderungan fitnahnya akan semakin besar, he. 

Eits, jangan salah faham dulu fitnah dimaksud adalah fitnah hasanah  atau dengan kata lain adalah fitnah kebaikan (adakah hal ini???), ini sebenarnya bisa-bisaan saya aja untuk memberikan statement, karena sejauh yang saya fahami dari pengalaman dengan gawai kaleng-kaleng, fitur semacam AI ini mampu membuat seseorang yang berswafoto menjadi semakin tampan dan cantik , yang tentu saja akan membuat yang menggunakannya menjadi senang/bahagia. Oleh karena membuat bahagia/senang itu baik, jadi saya namakan jenis fitur semacam ini dengan fitnah hasanah, dan bisa jadi akan ada keberkahan di balik pemakaian fitur ini, sebagai contoh, akan ada yang jatuh hati karena melihat tampilan foto ciamik kita di sosial media, eeeaaaa

Oke, back to the main topic.! Terus bagaimana dengan fitur yang lain.?
Kabar baik bagi gamers, selain memiliki ultra game mode yang akan memberikan pengalaman terbaik dalam bermain, fitur multi turbonya pasti bakal buat acara ngegame jadi lebih lancar tanpa nge-lag.
Bagaimana, belum tertarik juga sama Vivo S1? Kalau udah tertarik silahkan langsung beli (mumpung harga belum naik), ketika rilis tanggal 16 Juli 2019 gawai ini dibandrol dengan harga Rp.3.599.000,-.
sumber: tekno.kompas.com

BTW Pantaskah harga tersebut?
Beberapa kelebihan Vivo S1 yang tidak dimiliki gawai lainnya  akan membuktikan bahwa harga tersebut di atas tidaklah mahal. Apa aja sih  kelebihan-kelebihannya? Let's cekidot guys:

1. Adanya 3 (tiga) kamera di punggung dengan resolusi kamera utama sebesar 16 megapiksel dengan sensor keluaran Sony IMX 499, tentu saja kamera ini juga dipadankan dengan AI. Kamera ke-2 memilki lensa super wide angle dengan bidang pandang 120 derajat, dan memilki resolusi 8 megapiksel. Sedangkan dipaling bawah terdapat kamera 2 megapiksel yang berfunsi sebagai depth sensor. Untuk kalian yang hoby traveling tapi males ribet dengan penggunaan DSLR pun Mirrorless, so pasti gawai ini bisa menjadi solusi terbaik.

2.  Layar Super Amoled Ultra All Screen berukuran 6,38 inci dengan rasio layar 19,5:9 akan membuat kita dapat menikmati tampilan yang luas tanpa batas.

3.    Daleman yang didukung RAM 4GB, ROM 128GB dengan prosesor octa-core dengan desain 12nm dan kecepatan hingga 2,0GHz akan membuat kita dapat memainkan lebih banyak aplikasi dan games sekaligus dengan lancar.

4.   Jangan takut kehabisan baterai tiba-tiba, karea gawai ini disupport baterai berdaya 4500mAh dengan dukungan teknologi Dual-Engine Fast Charging. Hal yang akan membuat anda gak perlu repot-repot lagi membawa power bank.

5.  Teknologi Screen Touch Id dan teknik pelapisan nano-ion yang semakin membuat penampilan gawai ini sangat berkelas dengan dua pilihan warna, Cosmic Green dan Skyline Blue
 


So, Bagaimanakah endingnya? 
Masih yakin gak mau beli? Semua kelebihan dalam 1 (satu) gawai dengan harga segitu masa mau dibilang mahal, enggaklah. Coba cek toko sebelah, gawai merk berbeda dengan fitur kurang lebih sama dibandrol nyaris 10 jeti cuy, harga motor sebiji itu, he.
Oh iya, dengan memiliki gawai Vivo, kita bisa semakin memperluas pertemanan dan jaringan dengan cara bergabung dengan komunitas-komunitas yang sudah terbentuk, antara lain Vivo Club, komunitas smartphone android vivo, forum diskusi pengguna vivo, forum handphone android. Keren gak tuh! 
Belum yakin juga? silahkan aja pantengin forum dan sosial media berikut ini:
·         Instagram: @vivoclub_indonesia
·         Facebook fan page: Vivo Club Indonesia
·         Youtube channel : Vivo Club Indonesia
·         Forum: vivoclub.id
     
Jangan kebangetanlah, masa seabreg alasan masih ragu juga, come on. Menurut saya nih ya, lebih baik langsung aja gak pake ragu, jual gawai lamamu, pergi ke toko gawai terdekat untuk beli Vivo S1. Rasakan sensasi kamera fitnah hasanah yang akan kalian dapatkan.
ngarep punya

Wednesday, July 31, 2019

KEBAHAGIAAN MENGGUMPAL DI CHILDRENS DAY CARNIVAL


Pernahkah anda merasakan keruwetan yang nikmat?
Itulah yang saya alami setahun belakangan. Dengan kemunculan karunia dan rahmat dari Allah SWT berupa amanah berwujud makhluk bernama manusia, Alhamdulillah ruwet yang nikmat itu dapat saya rasakan. Hal yang akhirnya membuat blog ini menjadi semacam gudang penuh debu dengan ketinggian 5meter, kecoa sekebon, pun sarang laba-laba tanpa spiderman. 
Sesungguhnya banyak pengalaman saya dapatkan, yang sejatinya dapat tertuang dalam sebuah tulisan, namun apalah daya, kenikmatan berinteraksi dengan buah hati mampu mengalahkan segalanya.
Ah, Rindu jemari menari di atas piranti ini akhirnya terpecah sudah, sebuah kesempatan untuk menuangkan pikiran dalam tulisan pun datang. Ajakan mengikuti sebuah giat bernama Childerns Day Carnival saya iyakan bukan hanya untuk mengisi kevakuman, namun lebih kepada menyenangkan si buah hati sang pria sholeh  (Aamiin) nan tamvans.


Ahad, 28 Juli 2019
Hari masih pagi ketika nikmat keruwetan itu terjadi, mulai dari beberes rumah, memandikan dan menyuapi jagoan (kalau yang dua ini tentu saja dominan dilakukan istri, he), hingga mempersiapkan segala sesuatunya guna mengikuti giat yang dilaksanakan oleh Hotel Aruna Senggigi.
Khawatir terlambat, kami pun bergegas. Hawa dingin tak kami pedulikan, motor dipacu dengan kecepatan tinggi, sekitar 30 km/jam (hii, ngebut banget toh). Setiba di lokasi area mulai ramai, celingak-celinguk kanan kiri, ternyata di antara kawan-kawan yang semestinya hadir, saya beserta keluargalah yang datang paling awal (tumben), dan pastinya akan memposting review giat ini paling akhir (ho ho ho).

On The Spot
Setelah menghubungi pihak panitia dan kemudian mereka memberikan ID Media yang memungkinkan untuk mengakses semua lini, saya pun mempersiapkan diri, sementara istri dan anak tercinta duduk manis di sekitar panggung utama. Kamera kaleng-kaleng beserta HP boleh ngutang pun keluar dari sarang. Area semakin ramai oleh anak-anak, bukan hanya warga lokal (NTB), dalam carnival ini juga terlihat beberapa anak dari wisatawan manca negara,  mereka semua terlihat sangat antusias, apalagi dengan ragam hiburan dan aneka lomba yang disajikan.
Waktu berjalan, opening ceremony pun dimulai. 
Sambutan dari Ibu Lia (dokpri)
Menurut Ibu Lia sebagai perwakilan dari owner, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2019, masih menurut beliau, giat ini juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia sebagai negara ramah anak pada tahun 2030 (semoga gak keburu kiamat, weekkk).

Ragam Acara dan Lomba
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan tarian yang dilakukan dua anak perempuan,entah apa nama tari tersebut, yang jelas perform mereka mampu mengundang aplaus membahana dari penonton. Saya penasaran ingin melihat reaksi anak saya terhadap penampilan tersebut, ternyata dia hanya duduk terdiam dengan mulut menganga, saya pun membatin ”mungkin dia gagal faham, hihihi”.


Perform kedua semakin menunjukkan bahwa acara dikemas secara wah. Kali ini muncul paman badut yang bukan hanya lucu, namun ternyata juga pandai memainkan beberapa trik sulap standar, iya, standar bangetlah bagi orang dewasa, tapi pastinya tidak untuk mereka yang masih anak-anak, mulut mereka menganga seakan tak percaya akan hadirnya keajaiban yang ditampilkan. Lalu bagaimana dengan reaksi anak saya?
Ketika anak lain terpesona dengan mulut menganga, dia malah tertawa, hehe.


Lepas perform badut, anak-anak dipersilahkan untuk mengikuti beberapa lomba yang dipersiapkan. Untuk area tepi pantai dipersiapkan lomba dengan format team building yang mengharuskan para anak bekerja sama dalam sebuah tim.
Lomba Team Building

Tidak jauh dari tepi pantai, terlihat dua orang wanita dewasa membawa boneka, ternyata mereka sedang menghibur anak-anak yang belum mengikuti lomba dengan bercerita menggunakan media boneka tersebut. Tentu saja bukan ventriloquest, tapi tetap saja hal ini terasa luar biasa, terlebih dengan adanya pesan moral yang terdapat dalam cerita yang disampaikan.



Beralih ke area makan, dengan arahan chef handal, anak-anak diajak untuk berkompetisi membuat sandwich dengan bahan yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara, lepas itu mereka dapat memakan apa yang sudah mereka buat (hmmm, yummy).


Terletak di sebelah utara lokasi acara, terdapat lomba favorit saya, mewarnai pot hias. Anak-anak terlihat khusyuk mewarnai pot yang disediakan dan terkadang mereka juga mewarnai tanaman yang ada di pot tersebut, hihi.



Setelah puas melihat mereka yang sedang sibuk menuangkan ide dan pikiran, saya pun .melangkah makin ke utara، di sama terdapat tempat bermain istana bola, dimana anak-anak bisa bersenang-senang, bermain bola dan perosotan (bahasa betawi.red). Teruslah melangkah semakin ke utara, ada sesuatu yang special menunggu di sana, apakah itu???
tembok pembatas dengan hotel tetangga.wkwkwk.


Satu hal yang istimewa dari kegiatan ini adalah, penyelenggara mengundang anak-anak dari panti asuhan Al-Hidayah Senggigi, dimana pada kesempatan ini mereka juga mendapatkan Tas dan alat tulis. Menurut Bu Wenny sebagai GM Hotel Aruna, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat yang berada di lingkar hotel. Ah, sungguh indah rasanya bila semua kita memiliki kepedulian yang sama

Lalu bagaimana dengan anak saya, apa saja yang dia lakukan ketika saya pura-pura sibuk mendokumentasikan perlombaan yang berlangsung???
kerenan anak saya, he

Setelah lelah mencari, saya menemukannya sedang memegang balon sambil berbincang mesra, tertawa bahagia dengan dua orang bocah mancanegara. Mereka terlihat akrab walaupun baru saling mengenal. Sepertinya mereka membicarakan masalah-masalah kekinian, seperti perdamaian, global warming, upaya zero waste dll, he. Diakhir obrolan mereka membuat suatu pernyataan  bahwa seyogyanya acara semacam ini semakin banyak diadakan.
Semoga

NB: maafkeun apabila closingnya aneh 😝