Wednesday, July 31, 2019

KEBAHAGIAAN MENGGUMPAL DI CHILDRENS DAY CARNIVAL


Pernahkah anda merasakan keruwetan yang nikmat?
Itulah yang saya alami setahun belakangan. Dengan kemunculan karunia dan rahmat dari Allah SWT berupa amanah berwujud makhluk bernama manusia, Alhamdulillah ruwet yang nikmat itu dapat saya rasakan. Hal yang akhirnya membuat blog ini menjadi semacam gudang penuh debu dengan ketinggian 5meter, kecoa sekebon, pun sarang laba-laba tanpa spiderman. 
Sesungguhnya banyak pengalaman saya dapatkan, yang sejatinya dapat tertuang dalam sebuah tulisan, namun apalah daya, kenikmatan berinteraksi dengan buah hati mampu mengalahkan segalanya.
Ah, Rindu jemari menari di atas piranti ini akhirnya terpecah sudah, sebuah kesempatan untuk menuangkan pikiran dalam tulisan pun datang. Ajakan mengikuti sebuah giat bernama Childerns Day Carnival saya iyakan bukan hanya untuk mengisi kevakuman, namun lebih kepada menyenangkan si buah hati sang pria sholeh  (Aamiin) nan tamvans.


Ahad, 28 Juli 2019
Hari masih pagi ketika nikmat keruwetan itu terjadi, mulai dari beberes rumah, memandikan dan menyuapi jagoan (kalau yang dua ini tentu saja dominan dilakukan istri, he), hingga mempersiapkan segala sesuatunya guna mengikuti giat yang dilaksanakan oleh Hotel Aruna Senggigi.
Khawatir terlambat, kami pun bergegas. Hawa dingin tak kami pedulikan, motor dipacu dengan kecepatan tinggi, sekitar 30 km/jam (hii, ngebut banget toh). Setiba di lokasi area mulai ramai, celingak-celinguk kanan kiri, ternyata di antara kawan-kawan yang semestinya hadir, saya beserta keluargalah yang datang paling awal (tumben), dan pastinya akan memposting review giat ini paling akhir (ho ho ho).

On The Spot
Setelah menghubungi pihak panitia dan kemudian mereka memberikan ID Media yang memungkinkan untuk mengakses semua lini, saya pun mempersiapkan diri, sementara istri dan anak tercinta duduk manis di sekitar panggung utama. Kamera kaleng-kaleng beserta HP boleh ngutang pun keluar dari sarang. Area semakin ramai oleh anak-anak, bukan hanya warga lokal (NTB), dalam carnival ini juga terlihat beberapa anak dari wisatawan manca negara,  mereka semua terlihat sangat antusias, apalagi dengan ragam hiburan dan aneka lomba yang disajikan.
Waktu berjalan, opening ceremony pun dimulai. 
Sambutan dari Ibu Lia (dokpri)
Menurut Ibu Lia sebagai perwakilan dari owner, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2019, masih menurut beliau, giat ini juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia sebagai negara ramah anak pada tahun 2030 (semoga gak keburu kiamat, weekkk).

Ragam Acara dan Lomba
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan tarian yang dilakukan dua anak perempuan,entah apa nama tari tersebut, yang jelas perform mereka mampu mengundang aplaus membahana dari penonton. Saya penasaran ingin melihat reaksi anak saya terhadap penampilan tersebut, ternyata dia hanya duduk terdiam dengan mulut menganga, saya pun membatin ”mungkin dia gagal faham, hihihi”.


Perform kedua semakin menunjukkan bahwa acara dikemas secara wah. Kali ini muncul paman badut yang bukan hanya lucu, namun ternyata juga pandai memainkan beberapa trik sulap standar, iya, standar bangetlah bagi orang dewasa, tapi pastinya tidak untuk mereka yang masih anak-anak, mulut mereka menganga seakan tak percaya akan hadirnya keajaiban yang ditampilkan. Lalu bagaimana dengan reaksi anak saya?
Ketika anak lain terpesona dengan mulut menganga, dia malah tertawa, hehe.


Lepas perform badut, anak-anak dipersilahkan untuk mengikuti beberapa lomba yang dipersiapkan. Untuk area tepi pantai dipersiapkan lomba dengan format team building yang mengharuskan para anak bekerja sama dalam sebuah tim.
Lomba Team Building

Tidak jauh dari tepi pantai, terlihat dua orang wanita dewasa membawa boneka, ternyata mereka sedang menghibur anak-anak yang belum mengikuti lomba dengan bercerita menggunakan media boneka tersebut. Tentu saja bukan ventriloquest, tapi tetap saja hal ini terasa luar biasa, terlebih dengan adanya pesan moral yang terdapat dalam cerita yang disampaikan.



Beralih ke area makan, dengan arahan chef handal, anak-anak diajak untuk berkompetisi membuat sandwich dengan bahan yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara, lepas itu mereka dapat memakan apa yang sudah mereka buat (hmmm, yummy).


Terletak di sebelah utara lokasi acara, terdapat lomba favorit saya, mewarnai pot hias. Anak-anak terlihat khusyuk mewarnai pot yang disediakan dan terkadang mereka juga mewarnai tanaman yang ada di pot tersebut, hihi.



Setelah puas melihat mereka yang sedang sibuk menuangkan ide dan pikiran, saya pun .melangkah makin ke utara، di sama terdapat tempat bermain istana bola, dimana anak-anak bisa bersenang-senang, bermain bola dan perosotan (bahasa betawi.red). Teruslah melangkah semakin ke utara, ada sesuatu yang special menunggu di sana, apakah itu???
tembok pembatas dengan hotel tetangga.wkwkwk.


Satu hal yang istimewa dari kegiatan ini adalah, penyelenggara mengundang anak-anak dari panti asuhan Al-Hidayah Senggigi, dimana pada kesempatan ini mereka juga mendapatkan Tas dan alat tulis. Menurut Bu Wenny sebagai GM Hotel Aruna, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat yang berada di lingkar hotel. Ah, sungguh indah rasanya bila semua kita memiliki kepedulian yang sama

Lalu bagaimana dengan anak saya, apa saja yang dia lakukan ketika saya pura-pura sibuk mendokumentasikan perlombaan yang berlangsung???
kerenan anak saya, he

Setelah lelah mencari, saya menemukannya sedang memegang balon sambil berbincang mesra, tertawa bahagia dengan dua orang bocah mancanegara. Mereka terlihat akrab walaupun baru saling mengenal. Sepertinya mereka membicarakan masalah-masalah kekinian, seperti perdamaian, global warming, upaya zero waste dll, he. Diakhir obrolan mereka membuat suatu pernyataan  bahwa seyogyanya acara semacam ini semakin banyak diadakan.
Semoga

NB: maafkeun apabila closingnya aneh 😝

5 comments

  1. Pake bahasa apa anaknya ngobrol sama tmn bulenya bang? Hehehehe

    ReplyDelete
  2. Ya Allah, keruwetan yang nikmat.
    Kalimat ini ngena banget diaku, Mas.
    Bener banget dan jadi lebih bersyukur atas kedarian si kecil ya.
    Children Day Carnival ini keren banget, anak-anak emang harus diaktifkan dengan segala aktifitas seperti ini.

    ReplyDelete
  3. Jika engkau menikmati untuk berbagi senyuman, maka kita patut optimis untuk masa depan.

    ReplyDelete
  4. Seru banget nih ya Acaranya. Bikin keruwetan jadi makin nikmat liat senyum si buah hati salih nan tamvan 😁

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon