Thursday, May 31, 2018

Tiga Spot Wajib Kunjung Di Mataram #PesonaRamadan2018




Ramadan. Siapa tak kenal bulan ini, bulan spesial bagi umat islam. 
Bulan di mana pahala dilipatgandakan, rahmat tercurah, berkah melimpah, dan ampunan diberikan bagi siapa saja yang menginginkan. Ramadan juga merupakan bulan melatih kesabaran, karena pada bulan tersebut umat islam diwajibkan berpuasa, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, namun juga menahan emosi jiwa.

Namun, janganlah lapar dan dahaga membuat kita tidak beraktivitas seperti biasa. Justru di bulan ini sejatinya segala aktivitas, terutama yang terkait dengan ibadah kita tingkatkan. Selain dengan ibadah yang ditingkatkan, kalau memang ada waktu lebih untuk jalan – jalan kenapa tidak dilakukan?

Terkait dengan jalan -  jalan (baku nian bahasa ini, semacam nyusun skripsi :p) , saya sarankan untuk memilih Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai tujuan.
Memangnya ada apa di Mataram?
Yang jelas ada saya pastinya, berjumpa dengan saya insyaa Allah akan membuat anda semua berbahagia, he. Apa coba!

Ramadan di Mataram pastinya akan membuat anda terkesan dan merasa kerasan, istilah kekiniannya feelnya dapet banget, karena  di kota ini terletak sebuah masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB yaitu Masjid Hubbul Wathan,  di masjid ini pulalah pusat segala kegiatan Ramadan dilakukan dengan tajuk Pesona Khazanah Ramadan.

Memangnya ada kegiatan apa aja di sana?
Sabar sedikit bro and sist. Ulasan mengenai  kegiatan di Masjid Hubbul Wathan tersebut akan menjadi bahasan utama saya, namun sebelumnya saya juga akan memperkenalkan beberapa tempat keceh untuk menghabiskan waktu luang  ketika berada di Kota Mataram. Agar lebih sedap kita akan membahasnya mulai dari sebelah barat kota, kemudian bahasan akan berakhir di Masjid Hubbul Wathan. Asseeekkkk.

PANTAI AMPENAN

Pantai Bom, begitu masyarakat sekitar menyebutnya. Mengapa dinamakan demikian? Konon menurut cerita pesawat penjajah (Belanda/Jepang) acapkali menjatuhkan bom di kawasan tersebut. Ini dikarenakan  pantai yang dulunya memiliki pelabuhan penyebrangan ini merupakan pelabuhan utama menuju Pulau Lombok dari Bali maupun Jawa, dimana tempat ini menjadi pusat perdagangan pada masanya.

Melakukan swafoto di bangunan-bangunan kuno, bermain air laut sembari menunggu matahari terbenam merupakan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan. Jangan khawatir perihal kuliner, di tempat ini tersedia beberapa lapak seafood maupun makanan khas Lombok seperti plecing kangkung dan lainnya untuk dijadikan santapan berbuka puasa. Bagi mereka yang ingin melaksanakan  ibadah sholat, di tempat ini juga tersedia mushola yang terawat dengan baik.
pintu gerbang menuju pantai (dokpri)

bangunan tua di dekat pantai (dokpri)


bangunan tua di pintu masuk pantai (dokpri)

Pantai Ampenan berada di sudut barat Kota Mataram. Untuk menuju lokasi ini sangatlah mudah, karena  berada di pinggir kota persis. Tapi sayangnya belum ada transportasi umum yang tersedia. Bila kalian berminat mengunjunginya, opsi terbaik adalah dengan cara menyewa motor.
sunset di pantai ampenan (dokpri)

“Berbuka puasa sambil melihat matahari terbenam, sungguh nikmat kamu yang manakah yang kamu dustakan”

KAWIS KRISANT

Itulah nama lokasi kedua yang wajib dikunjungi oleh mereka yang berada di Kota Mataram. Tempat ini berada di pemukiman padat penduduk, tepatnya di Kelurahan Kebon Lelang Kota Mataram.
Berawal dari ide seorang wanita super bernama Aisyah, hunian tepi sungai ini menjadi suatu lokasi yang menarik untuk dikunjungi.
berfoto di depan perahu yang disusun dari ecobrick

Selain merubah pemukiman yang tadinya kumuh menjadi hunian berwarna-warni, Kawis Krisant juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dengan cara mendirikan Bank Sampah.

Banyak aktivitas yang bisa kita lakukan di tempat ini, mulai dari swafoto dengan variasi latar di pemukiman warna-warni, melihat proses pembuatan kerajinan daur ulang, proses pembuatan pupuk organik, pembuatan ecobrick, dan melakukan aktivitas memancing tepi sungai. Hal terpenting menurut saya, selain berwisata di tempat ini kita bisa belajar tentang pentingnya mengelola sampah menjadi sesuatu yang menguntungkan.
Ingin memiliki buah tangan dari tempat ini?  Don’t Worry,  Kawis Krisant menyediakan berbagai produk daur ulang mulai dari tas, dompet, dan berbagai jenis tanaman kaktus hias.

Berminat merapat? Tenang aja, gampang kok, tinggal googling aja, he. Gak gitu juga sih. Tempat ini berada tidak jauh dari Pantai Ampenan, sekitar 1Km ke arah timur dari Pantai, dengan akses jalan semulus muka artis Korea kita akan sampai ke lokasi dengan waktu kurang dari 10 menit dari lokasi pertama.
lokasi memancing

“Berwisata sembari mendapatkan tambahan wawasan, sungguh nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

Bagaimana?
Masih belum puas juga jalan-jalannya?
Baiklah, kita menuju lokasi inti yaitu :

MASJID HUBBUL WATHAN
Masjid ini merupakan bagian dari Islamic Center Provinsi NTB yang berlokasi tepat di jantung kota, jadi saya rasa tidak perlu berpanjang lebar untuk menjelaskan mengenai akses menuju lokasi ini (Googling ajalah), he.
Ini adalah kali kedua kegiatan Pesona Khazanah Ramadan diadakan. Memang kegiatan ini tidak  semeriah tahun lalu di mana Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa terlibat penuh, tapi tetap saja kegiatan ini menyedot minat masyarakat untuk berdatangan. Ragam aktivitas menarik tersedia selama kegiatan berlangsung, saya akan coba urutkan mulai dari menanti waktu berbuka hingga sholat tarawih tiba.
·            Melihat kota melalui Minareth 99
Datanglah setelah sholat Ashar, dengan berbekal uang Rp.5000,- kita dapat menaiki menara setinggi 99 meter. Dari ketinggian ini kita bisa melihat kota Mataram secara utuh.
·       
   Bazar Buku Islami
Ingin menambah koleksi bacaan islami? Datanglah ke tempat ini, mulai dari Al-Qur’an, kumpulan hadits, buku-buku motivasi, hingga novel islami tersedia di sini. Tentu saja dengan diskon yang menarik hati.
 
·            Memanah
Mensana in  corpore sano. Sehatkan diri agar jiwa menjadi kuat. Ini dapat kita lakukan dengan mencoba aktivitas memanah yang tersedia. Bagi yang belum punya pasangan, ini juga bisa untuk melatih memanah hati pasangan yang kita inginkan, eeeaaaa.
·       
      Bazar Kuliner
Menunggu berbuka tapi belum sempat membeli takjil dan makanan berbuka? Jangan khawatir, di tempat ini juga tersedia bazar makanan. Mulai dari kolak, es buah, sampai es kepal milo yang kekinian tersedia di sini.
·      
     Tarawih Berjamaah
Ingin merasakan tarawih seperti layaknya di Masjidil haram? Di tempat ini kita bisa merasakan Sholat Tarawih yang di Imami oleh para Hafidz Al- Qur’an dari Negara Timur Tengah secara bergiliran setiap 10 hari.

“Sehat karena memanah, merdunya suara Imam pada sholat tarawih berjamaah, sungguh nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”

Bagaimana guys, menarik bukan suasana pesona khazanah ramadhan di Kota Mataram? Ayo datang, rasakan sensasinya dan reguk pahalanya . 



Tuesday, June 20, 2017

Ramadhan Mulia Bersama Republika


Mataram, di kota inilah saya berdomisili semenjak tahun 1998. Pada awalnya saya tidak merencanakan menetap, hanya untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada, namun ternyata nasib berkata lain, hati saya terpaut dengan pulau di mana  kota ini berada.
Ya, Pulau Lombok, pulau dengan bentangan pantai berpasir putih di setiap sisi,  puluhan gili (pulau kecil), ratusan  air terjun bersumber dari Danau Segara Anak yang terletak di Gunung Rinjani, telah membuat diri ini jatuh hati, terpikat, melekat, dan enggan untuk berpindah tempat. 
Lombok sendiri merupakan 1 (satu) di antara dua pulau besar yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tentu saja di sebelah timur ada Pulau Sumbawa yang tidak kalah cantiknya, namun untuk saat ini saya hanya akan membahas mengenai Pulau Lombok. Bukan tentang pesona pantai, air terjun maupun Gunung Rinjani, tetapi tentang apa yang terjadi pada bulan Ramadhan di Lombok 2017
Selain dikenal dengan pesona keindahan alamnya, Pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, bukan berarti masjid yang ada hanya 1000 (seribu), tapi ini merupakan perumpamaan bahwa betapa banyaknya masjid di pulau ini, di setiap lingkungan (RW) pastilah memiliki masjid. Malah terkadang dalam 1 (satu) lingkungan terdapat lebih dari satu masjid, sehingga untuk pelaksanaaan Sholat Jum'at dipergilirkan setiap masjid. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kereligiusan masyarakat di pulau ini tergolong tinggi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya alami, Bulan Ramadhan di Lombok terasa sangat syahdu dan semarak, ini dibuktikan dengan tetap terdengarnya lantunan ayat suci Al-Qur'an, serta antusiasme masyarakat untuk mendatangi masjid.
Predikat sebagai destinasi wisata halal dunia membuat Pemerintah Provinsi NTB  semakin bersemangat untuk menyelenggarakan kegiatan wisata yang bersifat religi. Hal itulah yang membuat terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Media Republika, dan akhirnya  membuat rangkaian kegiatan bertajuk Pesona Khazanah Ramadhan, yang berlangsung selama Bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut bertempat di Islamic Center NTB, dengan Masjid Hubbul Wathan sebagai pusat kegiatannya.  Alhamdulillah wa Syukurillah, walaupun tidak dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan, saya beruntung dapat mengikuti beberapa di antaranya. Apa saja kegiatan tersebut? Berikut uraiannya :

Kegiatan Ibadah

Sebagai rangkaian pembuka kegiatan adalah Tabligh Akbar tepat sehari sebelum puasa yang menghadirkan Ust. Yusuf Mansyur. Selain kegiatan ini, aktivitas yang sering saya ikuti adalah Sholat Tarawih berjama’ah , yang di Imami oleh 4 (empat)  Imam besar  dari negara  timur tengah secara bergiliran tiap pekannya. Seperti saya sebutkan di atas, antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan sholat tarawih ini sangatlah besar, hal ini dibuktikan dengan membludaknya jamaah shalat tarawih setiap harinya, ayat –ayat panjang dan suara merdu para Imam menambah syahdu pelaksanaan sholat. Selain itu kegiatan ibadah ini juga terdiri dari Tahajud, Qiyamul Lail Akbar, Temu Imam Besar, Tadarus bersama Gubernur, dan I’tikaf.

Pameran dan Bazar

Untuk kegiatan satu ini, terutama bazar buku, saya tak mau kehilangan kesempatan karena banyak buku yang ditawarkan dengan harga miring, beberapa buku saya bawa pulang dengan hati riang. 
Pameran seni budaya islam membuat saya terkagum-kagum.  Selain menampilkan tayangan film mengenai Rasulullah SAW dan para sahabat, pameran ini juga menampilkan replika barang peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat seperti, Pedang, Tongkat, Busur Panah dan Sandal milik Rasulullah SAW, juga terdapat pedang dari para sahabat. Dengan membayar infak sebesar Rp.5000,- pengunjung juga dapat berfoto dengan replika pedang milik sahabat yang telah disediakan.

Pameran Foto NTB yang ditempel di sepanjang lorong Masjid Hubbul Wathan pun semakin menambah semarak suasana yang ada, di sini kita dapat melihat objek-objek wisata yang ada di NTB melalui foto-foto yang terpajang tersebut. Bila anda berkunjung malam hari dan masih merasa lapar, tepat di sebelah barat area Masjid terdapat stand makanan halal.


Talkshow

Kegiatan ini termasuk yang saya tunggu-tunggu, terutama kegiatan bedah buku yang menampilkan penulis best seller Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) yang terkenal berkat booming novel Ayat-ayat Cintanya, sungguh beliau ini termasuk salah satu penulis idola saya, oleh karenanya dalam kesempatan ini saya menyempatkan diri untuk berfoto dengannya dan tak lupa juga meminta tanda tangannya di setiap buku yang saya punya.

Kegiatan kedua yang saya ikuti tepat seminggu setelahnya adalah Meet and Greet bersama Tere Liye. Pada dasarnya saya tidak begitu mengagumi tokoh ini, karena menurut saya pribadi segmen  pembaca dari  novel yang beliau buat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bernama wanita. Benar saja, ketika saya datang, isi ruangan penuh dengan para wanita (sekitar 85% dari isi ruangan). Acara Meet n Greet bersama  Tere Liye sangatlah heboh, itu terlihat dari antrian mereka yang ingin berfoto dan meminta tanda tangannya.

Hiburan Islami

Ada hal menarik terkait dengan hiburan islami ini, yaitu tersedianya salah satu hiburan olahraga islami yang termasuk dalam Sunnah Rasul, yaitu memanah. Ya, di sisi sebelah selatan pekarangan Masjid Hubbul Wathan, disediakan arena memanah. Hanya dengan Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) untuk 12 (duabelas) anak panah, kita dapat mencoba olahraga ini dengan dibimbing oleh instruktur berpengalaman. Melihat antusiasme masyarakat, saya pun penasaran ingin mencobanya, tapi sayang beribu sayang, dari 1 (satu) lusin anak panah yang disediakan, saya hanya mampu mengenai target tidak sampai setengahnya, he.
Peringatan Nuzulun Qur’an pun dikemas secara menarik, selain menghadirkan hiburan kesenian tradisional musik khas Negeri Arab, acara yang sedianya menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (A’a Gym) ini juga menghadirkan Guru Besar Universitas AL-Azhar (Mesir). Acara ini ditutup dengan hiburan dari grup musik religi lawas yaitu Bimbo.

Ada satu kegiatan lagi yang akan hadir, yaitu Malam  1000 Cahaya pada hari Sabtu, 24 Juni 2017. Menarikkah acara ini nantinya? Tentu saja menarik, karena acara ini Insyaa Allah akan dihadiri oleh Pendiri Majelis Dzikir yaitu KH. Ust. Arifin Ilham.  

Kegiatan Sosial

Ketika pelaksanaan acara Meet and Greet bersama Tere Liye, saya sempat berhenti sejenak untuk melihat dari luar acara kegiatan sosial yang dilakukan, yaitu kegiatan berbagi bersama anak yatim, terenyuhkah saya? Jelas sudah pasti, dalam hati semakin terpatri, bahwa hidup ini sejatinya haruslah berbagi.

Aneka Lomba

Seperti layaknya setiap kegiatan, untuk menambah meriahnya acara, maka idealnya ada aneka lomba yang mengiringi. Hal ini pun tidak luput dari perhatian penyelenggara, mereka melaksanakan beberapa jenis lomba,  beberapa di antaranya telah selesai yaitu mewarnai kaligrafi,  pantun islami, dan pemilihan da’i remaja NTB.

Sungguh mengesankan bukan, saya hanya berharap semoga kesyahduan yang mempesona dari khazanah Ramadhan di Lombok 2017 ini membekas di hati kita dan mampu membawa kita ke arah yang lebih baik, dan tentu saja juga harapan bahwa acara ini akan terselenggara di  Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, dan semoga kita dapat berjumpa kembali dengan Bulan yang mulia ini. Aamiin Yaa Rabb.

 “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang yang mendapat petunjuk”. QS: 09  (18)

#PesonaKhazanahRamadhan
#PesonaRamadhan
#PesonaIndonesia
#KhazanahRamadhanLombok


“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #RamadhanDiLombok2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.

Thursday, June 15, 2017

IKON KEBANGGAAN ITU BERNAMA HUBBUL WATHAN

   


     
Pulau Lombok, siapa yang tidak mengenal destinasi wisata satu ini. Pantai dengan pasir putih dan laut biru yang siap memanjakan pandangan, pulau-pulau kecil perawan, air terjun menawan, hingga gunung Rinjani dengan danau vulkaniknya yang mempesonakan. Siapapun yang pernah berkunjung ke Lombok, pastilah mengakui bahwa pulau ini gak ada matinya (meminjam istilah kekinian), hingga sampai ada ujar-ujar yang berkembang "jangan ke Lombok nanti gak mau pulang".
Selain terkenal karena keindahannya, pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, mengapa demikian? Tentu saja karena saking banyaknya masjid yang ada di pulau ini. Bayangkan saja, setiap lingkungan (RW) minimal terdapat satu masjid, belum terhitung musholla. Malah di beberapa tempat terdapat masjid yang lokasinya berseberangan, hanya dipisahkan  oleh jalan. Mungkin atas dasar julukan inilah, Dr. Zainul Majdi, MA selaku Gubernur Provinsi NTB saat itu mencoba merealisasikan dibangunnya Islamic Center yang berlokasi di Kota Mataram sebagai ikon dari julukan tersebut.
Hubbul Wathan tampak dari sebelah utara
Tahun 2009 wacana pembangunan Islamic Center mulai terdengar, seperti biasa, sesuatu hal yang baru pastilah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, nada sumbang banyak terdengar terkait dengan wacana ini, seperti: pembangunan ini hanya menghabiskan anggaran, untuk apa membangun yang baru sedangkan di lokasi yang berdekatan sudah ada masjid raya At-Takwa, mengapa membangun tapi dengan cara merubuhkan bangunan-bangunan yang ada, dan berbagai nada miring lainnya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Pemerintah Provinsi NTB untuk tetap melanjutkan pembangunan ini, dengan alasan bahwa daerah lain yang tidak memiliki jumlah masjid seperti di Lombok sudah punya Islamic Center. Jadi menurut Dr. H. M. Zainul Majdi, MA selaku Gubernur, provinsi NTB yang mayoritas muslim dan terutama pulau Lombok dengan julukan Pulau Seribu Masjid  haruslah memiliki Islamic Center sehingga tidak kalah dengan daerah lain. Selain itu masih menurut yang bersangkutan, tujuan lain dari pembangunan ini adalah meningkatkan dakwah dan syiar islam dan juga menjadi tujuan destinasi wisata religi yang mendunia (sumber : vivanews.co.id).
Pada tahun yang sama pemenang Grand Design Islamic Center pun diumumkan, dengan Ir. Zulkifli Yusuf sebagai pemenang. Bangunan yang akan berdiri di lahan seluas 7,6 hektar ini diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp.356 miliar dan akan dengan 5 (lima) tahapan pembangunan. Menurut wawancara penulis dengan pemenang design via daring, karakteristik NTB dimunculkan melalui pintu masuk utama masjid berupa atap berugak dan kubah menara yang berbentuk atap berugak mengarah ke empat penjuru mata angin. Ornamen yang ada pun sangatlah memikat hati, bila kita masuk lewat gerbang utama (pintu sebelah timur),kemegahan langsung terasa dengan bentuk gerbang yang besar dan kokoh.
Hubbul Wathan tampak dari sebelah selatan
Tahun 2014, tepatnya hari Jum'at tanggal 19-03-2010, peletakan batu pertama dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dihadiri oleh ribuan umat islam yang terdiri dari para pejabat, tuan guru, dan lain-lain. Selain peletakan batu pertama, acara ini juga dilanjutkan dzikir yang dipimpin Ustadz KH. Arifin Ilham. Harapan mulai tumbuh di hati masyarakat bahwa mereka akan segera memiliki bangunan yang sebelumnya sempat menuai kontroversi tersebut. 
Tahun 2015, Lombok (NTB) ditetapkan sebagai pemenang destinasi wisata halal dunia dari 3 (tiga) kategori yang dimenangkan oleh Indonesia. Hal ini tentu saja  membuat masyarakat NTB bangga, dan semakin yakin bahwa harapan untuk menciptakan NTB sebagai daerah wisata religi akan semakin mendekati tujuan. 
Hubbul Wathan tampak dari sebelah timur
Seiring dengan berjalannya waktu, pada awal tahun 2016, bangunan utama Islamic Center berupa masjid akhirnya  rampung sudah. Pada tahun yang sama pula NTB menjadi pihak penyelenggara pelaksanaan MTQ  Nasional ke-26  dimana kegiatan tersebut berpusat di sini. Acara yang dibuka langsung Presiden RI Ir. Joko Widodo ini  membuat rasa bangga semakin terpatri di dada masyarakat NTB. Rasa bangga pun semakin menjadi ketika pada tanggal 07 Desember 2016 waktu Abu Dhabi, Lombok kembali menyabet predikat destinasi halal, tidak tanggung-tanggung 3 (tiga) kategori diperoleh oleh Lombok (NTB). Ini jelas semakin mengukuhkan Lombok (NTB) sebagai destinasi wisata halal (religi) dunia. Tanggal 17 Desember 2016, bertepatan dengan hari lahir Provinsi NTB dilakukan serah terima bangunan masjid Islamic Center dari pihak pengembang ke pemerintah, dan pada tanggal yang sama pula dideklarasikan pemberian nama untuk masjide ini, yaitu masjid Hubbul Wathan yang berarti cinta negara. Banggakah masyarakat? Tentu saja, apalagi dengan berbagai penghargaan yang tersebut di atas, semakin jelaslah posisi Islamic Center (Masjid Hubbul Wathan) sebagai Ikon Kebanggaan Wisata Halal NTB.
Hari ini ketika tulisan ini tayang, tepatnya 14 Juni 2017 atau 19 Ramadhan 1438H, Dinas Pariwisata Provinsi NTB bekerjasama dengan media nasional Republika, menyelenggarakan ragam kegiatan di masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Tidak tanggung-tanggung, acara yang bertajuk Pesona Khasanah Ramadhan menghadirkan 4 (empat) orang hafidz Al-Qur'an (Qori' internasional) sebagai imam sholat tarawih. Selain itu di tempat yang sama juga berlangsung berbagai macam kegiatan seperti talkshow, ragam lomba, bazar buku dan pasar rakyat, fashion show dan juga kegiatan lainnya yang tentu saja membuat masyarakat semakin bangga dengan kehadiran dari masjid Hubbul Wathan ini. Besar harapan semoga ke depannya semua ini akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat NTB pada umumnya dan menambah khazanah Pesona Seribu Masjid di pulau ini. SEMOGA.

Bazar buku dan acara meet and greet bersama kang Abik di masjid Hubbul Wathan
MTQ di Hubbul Wathan (Islamic Center)
stand memanah dalam pesona khazanah ramadhan di Hubbul Wathan
Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid Hubbul Wathan

Suasana sholat Jum'at di Hubbul Wathan



"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk". QS: 09  (18).