Sunday, December 15, 2019

BUKIT TUNAK DAN KENANGAN YANG BERANAK PINAK


PEMBUKA
Endemik kupu-kupu di wilayah yang nota bene panas dan kering? How could it be possible? 
Sependek pengetahuan saya, ekosistem serangga satu ini banyak ditemukan pada tempat yang dingin dan lembab. Namun ternyata hal ini tidak selamanya berlaku, atau bisa jadi ini adalah sebuah pengecualian.
Ya, ada sebuah tempat yang panas (sekitar pantai) di Pulau Lombok yang merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya bermacam species kupu-kupu, Taman Wisata Alam Bukit Tunak namanya.
Berdasarkan hasil penelitian Muhammad Agisni Syukur dalam jurnal kupu-kupu, pada 4 jalur pengamatan di Taman Wisata Alam Gunung Tunak diketahui terdapat 66 spesies kupu-kupu yang terdiri dari 5 famili dan 441 individu. Bagaimana, amazing gak tuh? Berbekal keunikan inilah Balai Konservasi Sumber Daya Alam membuat sebuah tempat pembelajaran terkait di TWA Bukit Tunak.
Dok by: Tagar.id

Terus tulisan ini mau ngebahas kupu-kupu  gitu?
Ya enggaklah.
Saat ini, serangga bersayap indah hanya akan menjadi sebuah pemanis di awal/pembuka tulisan dan tambahan pengetahuan untuk kalian agar semakin penasaran untuk melakukan kunjungan. Karena bahasan kali ini adalah tentang betapa indahnya tempat yang berada di wilayah selatan Lombok Tengah ini.
Penasaran gak lokasinya seperti apa? Pantengin terus ya!

KUNJUNGAN PERTAMA
“Gak usah ke sana, daerah itu masih rawan”
Kalimat ini diucapkan oleh seorang teman pada kisaran tahun 2016, hal tersebut dilakukan untuk menahan keingintahuan dan rasa penasaran saya yang sangat ingin mengunjungi lokasi (TWA Bukit Tunak) setelah melihat beberapa postingan foto lokasi  di sosial media.
Tanpa mengindahkan himbauan, saya bertekad untuk tetap berkunjung ke lokasi, dengan fikiran positive bahwa andai memang rawan kenapa juga bisa ada yang posting. Tekad sudah matang, rencana tersusun, tinggal menunggu teman jalan, karena biar bagaimanapun saya harus tetap waspada.
Beberapa teman coba saya ajak untuk meminimalisir resiko, namun semua menolak. Menyerahkah saya? Tentu saja tidak, penantian tetap berjalan dengan harapan akan ada yang meng-iyakan ajakan, dan akhirnya sabar itu terbayar. Seorang teman menyanggupi untuk menemani 😇.

Hari yang ditunggu tiba, saya menjemputnya di bandara, dan rencananya langsung jos ke TWA Bukit Tunak, and then objek wisata lainnya. Setiba di bandara, ybs saya hubungi, telp tersambung dan GEDUBRAK. 
Ybs gak jadi pakai pesawat n prefer untuk melakukan konvoi menuju Lombok menggunakan sepeda motor bersama teman-temannya. Dengan kata lain rencana perjalanan yang telah saya susun matang terancam gatot. WTF!!!
Sudah kepalang basah, saya tidak mau menyerah, berbekal BISMILLAAH, memantapkan tekad untuk mengunjungi lokasi tersebut sendirian.
Cemas dan khawatir coba saya singkirkan, dan alhamdulillah hal-hal buruk tidak terbukti, karena berhasil memasuki lokasi dengan aman, dan gratis pulaq  (mungkin penjaga tiket masuknya sedang lelah,  he). 
Pantai Bile Sayak TWA Bukit Tunak

Setiba di pantai utama, mata terbelalak menyaksikan kehendak  Allaah SWT yang menjadikan lokasi ini begitu indah dengan pasir putih menjurus ke kuning terbentang, batuan karst yang menjulang, dan tebaran pulau karang.
Cekrak cekrek sesuka hati sudah, terus kemana lagi (batin saya saat itu) ? Dari jauh terlihat tower di ujung bukit sana, mengingat beberapa postingan menarik yang beredar perihal tower tersebut. Saya beranikan diri untuk menyambangi. Angin yang tiba-tiba berhembus kencang di lokasi membuat niat berpose di tower tsb saya urungkan. 
TWA Bukit Tunak

Cekrak cekrek pun kembali terjadi yang diakhiri dengan celingukan kanan kiri.
“Bisa kita ke sana Pak? “
Tanya saya kepada penduduk lokal yang sedang memancing  sambil menunjuk ke arah timur dimana terlihat beberapa teluk kecil yang menarik hati.
“Oh bisa, di pertigaan bukit tadi belok kanan”, jawab pemancing tersebut.
TWA Bukit Tunak

Berbekal jawaban itu saya kembali menelusuri jalan setapak berkarang, setelah melintasi 1 (satu) bukit, saya pun tiba. Puja puji bagi Allaah Sang Maha Pencipta kembali terucap melihat keindahan lokasi (klik disini untuk melihat video IGnya) . Ingin rasanya berlama-lama, bila perlu mendirikan tenda. Namun sayang sekali waktu tidak memungkinkan, waktu ashar hampir pergi, gelap menghampiri, jadi dengan berberat hati saya terpaksa undur diri dengan niatan suatu saat harus kembali ke sini.

KUNJUNGAN KE-2
“BKSDA berulang tahun dan akan mengadakan kegiatan sosial di TWA Bukit Tunak, siapa yang ikut”
Ajakan melalui sebuah Grup Whatsapp ini langsung saya sambut dengan suka cita dengan mendaftarkan diri dan teman-teman yang berminat untuk ke sana.
Pada kunjungan kedua ini, keinginan bermalam di lokasi akhirnya tercapai. Walaupun hanya di pantai utama, namun itu mampu memuaskan dahaga hati. 
Pagi tiba, jika pada kunjungan pertama saya mengeksplorasi bukit di bagian kiri dari pantai utama, kali ini kami melakukannya pada bukit sebelah kanan. Kontur bukit masih sama, dengan jalan berupa karang dan varietas tumbuhan yang tak jauh berbeda, kami tiba di puncak bukit dan berhasil menikmati sunrise tepat pada waktunya.
Sunrise TWA Bukit Tunak

Kegiatan selanjutnya di hari tersebut adalah mengunjungi pantai yang berbeda. Terletak di sebelah kanan dari lokasi penangkaran rusa dan laboratorium kupu-kupu, pantai ini tidak kalah indahnya dengan pantai utama.
Peserta HUT BKSDA TWA Bukit Tunak

Peserta HUT BKSDA TWA Bukit Tunak

Pasir putih yang lembut dan di beberapa titik berbentuk merica, sinar matahari yang menyebabkan gradasi pada warna air laut. Ah, sungguh moment yang sulit untuk terlupa.

KUNJUNGAN KE-3
“Ini hadiah pernikahan kamu”
Seorang teman menyerahkan sebuah voucher menginap di sebuah cottage yang terletak di Pantai Bumbang sebagai hadiah bagi saya yang baru saja melangsungkan pernikahan. Lokasi penginapan yang tidak jauh dari TWA Bukit Tunak membuat saya kembali menjelajahi lokasi indah ini. Kali ini tentu saja terasa berbeda karena ada dia di samping saya, wanita yang akan membersamai hidup saya selama di dunia dan insyaa Allaah di Jannahnya kelak.
Aamiin yaa Robb.
Istri tercinta di TWA Bukit Tunak

Walaupun hanya mengunjungi pantai utama (pantai Bile Sayak), namun hati puas tiada tara, berhasil mengajak istri mengunjungi tempat indah ciptaan Allaah SWT.
Alhamdulillah wa Syukurillah.

KUNJUNGAN KE-4 ? 
Sari Goang namanya, berdasar beberapa foto yang beredar tempat ini sangat rekomended untuk dikunjungi.
Dok by: kampung media.com

Saya ada rencana untuk mengunjunginya, berminat? Mari kita tetapkan rencana untuk menuju ke sana.

HOW TO GO THERE (TWA Bukit Tunak) 
Jangan manjalah, masa yang begini harus saya jelaskan juga, tinggal googling aja toh.

PENUTUP
Suatu saat saya akan ke sini lagi.
Insyaa Allaah


NB: Silahkan klik link ini untuk mendapat info2 yang lain

Wednesday, July 31, 2019

KEBAHAGIAAN MENGGUMPAL DI CHILDREN DAY CARNIVALS


Pernahkah anda merasakan keruwetan yang nikmat?
Itulah yang saya alami setahun belakangan. Dengan kemunculan karunia dan rahmat dari Allah SWT berupa amanah berwujud makhluk bernama manusia, Alhamdulillah ruwet yang nikmat itu dapat saya rasakan. Hal yang akhirnya membuat blog ini menjadi semacam gudang penuh debu dengan ketinggian 5meter, kecoa sekebon, pun sarang laba-laba tanpa spiderman. 
Sesungguhnya banyak pengalaman saya dapatkan, yang sejatinya dapat tertuang dalam sebuah tulisan, namun apalah daya, kenikmatan berinteraksi dengan buah hati mampu mengalahkan segalanya.
Ah, Rindu jemari menari di atas piranti ini akhirnya terpecah sudah, sebuah kesempatan untuk menuangkan pikiran dalam tulisan pun datang. Ajakan mengikuti sebuah giat bernama Childerns Day Carnival saya iyakan bukan hanya untuk mengisi kevakuman, namun lebih kepada menyenangkan si buah hati sang pria sholeh  (Aamiin) nan tamvans.


Ahad, 28 Juli 2019
Hari masih pagi ketika nikmat keruwetan itu terjadi, mulai dari beberes rumah, memandikan dan menyuapi jagoan (kalau yang dua ini tentu saja dominan dilakukan istri, he), hingga mempersiapkan segala sesuatunya guna mengikuti giat yang dilaksanakan oleh Hotel Aruna Senggigi.
Khawatir terlambat, kami pun bergegas. Hawa dingin tak kami pedulikan, motor dipacu dengan kecepatan tinggi, sekitar 30 km/jam (hii, ngebut banget toh). Setiba di lokasi area mulai ramai, celingak-celinguk kanan kiri, ternyata di antara kawan-kawan yang semestinya hadir, saya beserta keluargalah yang datang paling awal (tumben), dan pastinya akan memposting review giat ini paling akhir (ho ho ho).

On The Spot
Setelah menghubungi pihak panitia dan kemudian mereka memberikan ID Media yang memungkinkan untuk mengakses semua lini, saya pun mempersiapkan diri, sementara istri dan anak tercinta duduk manis di sekitar panggung utama. Kamera kaleng-kaleng beserta HP boleh ngutang pun keluar dari sarang. Area semakin ramai oleh anak-anak, bukan hanya warga lokal (NTB), dalam carnival ini juga terlihat beberapa anak dari wisatawan manca negara,  mereka semua terlihat sangat antusias, apalagi dengan ragam hiburan dan aneka lomba yang disajikan.
Waktu berjalan, opening ceremony pun dimulai. 
Sambutan dari Ibu Lia (dokpri)
Menurut Ibu Lia sebagai perwakilan dari owner, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2019, masih menurut beliau, giat ini juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan Indonesia sebagai negara ramah anak pada tahun 2030 (semoga gak keburu kiamat, weekkk).

Ragam Acara dan Lomba
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan tarian yang dilakukan dua anak perempuan,entah apa nama tari tersebut, yang jelas perform mereka mampu mengundang aplaus membahana dari penonton. Saya penasaran ingin melihat reaksi anak saya terhadap penampilan tersebut, ternyata dia hanya duduk terdiam dengan mulut menganga, saya pun membatin ”mungkin dia gagal faham, hihihi”.


Perform kedua semakin menunjukkan bahwa acara dikemas secara wah. Kali ini muncul paman badut yang bukan hanya lucu, namun ternyata juga pandai memainkan beberapa trik sulap standar, iya, standar bangetlah bagi orang dewasa, tapi pastinya tidak untuk mereka yang masih anak-anak, mulut mereka menganga seakan tak percaya akan hadirnya keajaiban yang ditampilkan. Lalu bagaimana dengan reaksi anak saya?
Ketika anak lain terpesona dengan mulut menganga, dia malah tertawa, hehe.


Lepas perform badut, anak-anak dipersilahkan untuk mengikuti beberapa lomba yang dipersiapkan. Untuk area tepi pantai dipersiapkan lomba dengan format team building yang mengharuskan para anak bekerja sama dalam sebuah tim.
Lomba Team Building

Tidak jauh dari tepi pantai, terlihat dua orang wanita dewasa membawa boneka, ternyata mereka sedang menghibur anak-anak yang belum mengikuti lomba dengan bercerita menggunakan media boneka tersebut. Tentu saja bukan ventriloquest, tapi tetap saja hal ini terasa luar biasa, terlebih dengan adanya pesan moral yang terdapat dalam cerita yang disampaikan.



Beralih ke area makan, dengan arahan chef handal, anak-anak diajak untuk berkompetisi membuat sandwich dengan bahan yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara, lepas itu mereka dapat memakan apa yang sudah mereka buat (hmmm, yummy).


Terletak di sebelah utara lokasi acara, terdapat lomba favorit saya, mewarnai pot hias. Anak-anak terlihat khusyuk mewarnai pot yang disediakan dan terkadang mereka juga mewarnai tanaman yang ada di pot tersebut, hihi.



Setelah puas melihat mereka yang sedang sibuk menuangkan ide dan pikiran, saya pun .melangkah makin ke utara، di sama terdapat tempat bermain istana bola, dimana anak-anak bisa bersenang-senang, bermain bola dan perosotan (bahasa betawi.red). Teruslah melangkah semakin ke utara, ada sesuatu yang special menunggu di sana, apakah itu???
tembok pembatas dengan hotel tetangga.wkwkwk.


Satu hal yang istimewa dari kegiatan ini adalah, penyelenggara mengundang anak-anak dari panti asuhan Al-Hidayah Senggigi, dimana pada kesempatan ini mereka juga mendapatkan Tas dan alat tulis. Menurut Bu Wenny sebagai GM Hotel Aruna, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat yang berada di lingkar hotel. Ah, sungguh indah rasanya bila semua kita memiliki kepedulian yang sama

Lalu bagaimana dengan anak saya, apa saja yang dia lakukan ketika saya pura-pura sibuk mendokumentasikan perlombaan yang berlangsung???
kerenan anak saya, he

Setelah lelah mencari, saya menemukannya sedang memegang balon sambil berbincang mesra, tertawa bahagia dengan dua orang bocah mancanegara. Mereka terlihat akrab walaupun baru saling mengenal. Sepertinya mereka membicarakan masalah-masalah kekinian, seperti perdamaian, global warming, upaya zero waste dll, he. Diakhir obrolan mereka membuat suatu pernyataan  bahwa seyogyanya acara semacam ini semakin banyak diadakan.
Semoga

NB: maafkeun apabila closingnya aneh 😝

Saturday, October 21, 2017

Bernyanyi Bersama Lombok Taksi, Bergembira di Inul Vista

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, semesta mulai menampakkan wujud aslinya, malam hadir sebarkan pesona gelap. Hal ini semakin terlihat bila kita susuri jalan menuju pinggiran kota. Namun, di salah satu komplek pertokoan di kecamatan Cakranegara, malam seperti tak berdaya, cahaya lampu mampu mengalahkan gelapnya malam yang jumawa.

Kendaraan roda dua saya berhenti di lokasi ini. Setelah memarkir kendaraan, saya kemudian berjalan memasuki loby. Ruangan itu terlihat sesak, sofa cantik  yang tersedia tampak terisi penuh oleh manusia dari berbagai type,  orang tua, anak muda, pria dan wanita. Entah ada apa di malam itu, mungkin ada seseorang yang sedang berulang tahun? Sayangnya rasa penasaran yang berkelindan dan mulai merasuki fikiran harus saya kesampingkan, langkah kaki saya arahkan ke meja front office yang berisi dua wanita dengan senyum ramah menghiasi wajah.
“Lantai 3 (tiga) ruang 29 pak” , ucap salah satu front office ketika saya bertanya perihal dimana tepatnya rombongan  petinggi Blue Bird Lombok (Lombok Taksi) berada. Setelah mengucapkan terima kasih, kaki ini kembali melangkah, menaiki tangga. Kesan mewah dan berkelas hadir dari tampilan berbagai ornamen yang terlihat. Alunan suara musik dan orang yang bernyanyi terdengar dari beberapa ruangan yang tersedia.

Saya pun tiba di ruangan tujuan, seorang rekan tampak sedang asik bernyanyi, sementara di sofa yang lain 3 (tiga) orang pejabat Lombok Taksi pun telah tampak hadir. Setelah beramah tamah sebentar, saya pun duduk di salah satu sofa yang telah disediakan. Sembari menunggu kelengkapan orang-orang yang datang, saya kembali mengamati detail yang ada . Cozy n Homy, ini yang saya rasakan saat mulai mengamati satu persatu detail yang ada. Dalam ruangan berukuran lebih dari 3x8 tersebut, terdapat lebih dari 5 (lima) sofa berukuran panjang berbentuk letter U, 2 (dua) Layar LED, sound system yang cetar membahana, dan pencahayaan yang tidak membuat sakit mata. Sungguh, ruangan ini akan membuat kita betah berlama-lama menghabiskan waktu di sana. Selain ruangan yang membuat nyaman, tempat ini juga memiliki ragam menu makanan dan minuman, dengan cita rasa yang sungguh menggugah selera. Ah, semakin betah saya rasanya.

Inul Vista Lombok, itulah nama tempat yang saya kunjungi bersama beberapa rekan blogger n wartawan ekonomi, sebuah tempat karaoke keluarga yang dimiliki oleh salah satu pedangdut wanita terkemuka di Indonesia. kami berkesempatan menjadi saksi penandatanganan kerjasama antara pihak inul vista Lombok dan Lombok Taksi /  Blue Bird Lombok.
Waktu terus berjalan, pihak yang berkepentingan satu persatu kembali berdatangan memasuki ruangan, mulai  dari rekan wartawan ekonomi hingga pejabat Lombok Taksi. Selang beberapa menit kemudian salah satu tokoh utama yang ditunggupun akhirnya hadir, Lalu Muhammad Syafi’i namanya, beliau adalah manajer dari Inul Vista Lombok. Dalam sambutannya beliau menyatakan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak Blue Bird Lombok terkait dengan kesepakatan ini, dan ybs juga merasa terkesan karena dari beberapa MoU yang sudah dijalani, MoU dengan Lombok Taksi inilah yang paling meriah pelaksanaannya. Kesepakatan yang berkesinambungan, tidak berhenti di tengah jalan. Itulah kata kunci dari apa yang disampaikan oleh Manager Inul vista ini.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Amir Muslim selaku pimpinan Blue Bird cabang Lombok juga menyampaikan bahwa kerja sama tidak akan berhenti sampai sini, baik itu kerja sama dengan Inul Vista maupun pihak lain, inovasi akan terus dilakukan demi kepuasan masyarakat/pelanggan.

Lalu, apa sebenarnya yang di dapatkan oleh masyarakat dan pelanggan dari MoU ini, dan bagaimana caranya?
Melalui kerja sama ini apabila masyarakat/konsumen ingin mengunjungi Inul Vista Lombok bisa mendapatkan diskon sebesar 15 % dengan cara:
  1. Unduh aplikasi My Blue Bird 
  2. Gunakan aplikasi tersebut untuk menuju lokasi inul vista
  3. Tunjukkan riwayat perjalananmu (dalam aplikasi tersebut) ke resepsionis atau tempat pembayaran.
Bagaimana, cukup mudah bukan?
So, apa lagi yang ditunggu? Segera download applikasinya, gunakan and met have fun !!!
  

Sunday, September 17, 2017

Lombok Taksi (Blue Bird) dan Sebuah Sinergi

Zoon Politicon, itulah pernyataan Aristoteles mengenai hakikat manusia dalam hidup, bahwa sejatinya manusia itu merupakan mahkluk sosial, artinya mereka tidak dapat hidup sendiri tapi harus berdampingan dengan manusia lainnya. Karena manusia sewaktu-waktu akan membutuhkan bantuan dari orang lain dalam menjalankan hidupnya. Salah satu contohnya yaitu jika ingin mencapai suatu tujuan tertentu manusia akan saling bekerja sama untuk mencapainya. Kerja sama bisa dilakukan dengan orang lain yang ada pada lingkungan sekitar. Misalnya orang orang yang ada di sekolah, lingkungan masyarakat, di perusahaan dan lain-lain. Tentunya kerja sama bisa terbentuk karena adanya kepentingan yang sama salah satunya kepentingan untuk mencapai suatu tujuan.
Lalu apakah yang dimaksud dengan kerja sama?

Kerja sama adalah suatu pekerjaan yang di kerjakan oleh dua orang ataupun lebih untuk mencapai tujuan atau target yang sebelumnya telah direncanakan dan disepakati bersama. Atau kerja sama dapat diartikan sebagai tindakan-tindakan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan dan demi keuntungan bersama.
Biasanya dalam sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga, kerja sama tim telah menjadi sebuah kebutuhan untuk mewujudkan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Kerja sama tim akan menjadi suatu dorongan sebagai energi maupun motivasi bagi setiap individu yang tergabung dalam sebuah tim kerja. Jika kerja sama tim dapat berjalan dengan baik, maka kelancaran berkomunikasi maupun rasa tanggung jawab pada setiap individu yang ada di dalam tim kerja akan terbentuk. Selain yang disebutkan di atas, kerja sama dapat juga dilakukan oleh suatu perusahaan/lembaga dengan perusahaan/lembaga lainnya.
Terkait dengan hal tersebut, ada hal cerdas yang dilakukan oleh salah satu perusahaan moda transportasi yang ada di Lombok, Blue Bird Lombok (Lombok Taxi), itulah perusahaan tersebut, perusahaan moda transportasi yang terbukti dan teruji selama puluhan tahun. Setelah sebelumnya melakukan kerjasama dengan beberapa gerai makanan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Mataram, Blue Bird Lombok kembali melakukan kerja sama dengan beberapa rumah makan yang ada d Mataram.
Kamis 14 September 2017, saya berkesempatan untuk menyaksikan sebuah momen kerja sama yang dilakukan oleh perusahaan ini. Bertempat di Pusat oleh-oleh Sasaku, yang berlokasi di Kecamatan Batu Layar - Senggigi, dilakukanlah kerjasama antara Blue Bird Lombok dengan Sasaku. Penandatanganan itu sendiri dilakukan di Lantai 2 (dua) pusat oleh-oleh tersebut yaitu Sasaku Resto.

Dalam sambutannya, Bapak Amir Muslim selaku Kepala Cabang Blue Bird area Lombok menyatakan bahwa dengan armada sejumlah 378 unit, Blue Bird Lombok siap melayani pengguna jasa dengan maksimal. Hal yang menarik adalah, Setiap kerja sama yang dilakukan oleh Blue Bird dengan tenant apapun, itu berarti Blue Bird telah memanjakan pengguna jasanya  yaitu dengan memberikan diskon 10 %  atau lebih (tergantung kerja sama yang dilakukan dengan tenant tersebut), dari nilai belanja yang dilakukan oleh konsumen. Diskon tersebut dapat diperoleh konsumen dengan cara menunjukkan transaksi setiap menggunakan layanan Blue Bird (Lombok Taksi) melalui aplikasi My Blue Bird yang bisa langsung anda unduh dengan mengklik link ini.

General Manager Sasaku  sendiri mewakili pemiliknya menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat penting, dan berharap bahwa hal ini dapat meningkatkan jumlah pembelian yang ada. Mengusung tema One Stop Shopping, Sasaku juga memanjakan konsumen dengan adanya Sasaku Resto di lokasi yang sama. Konsumen akan dimanjakan lidahnya dengan beragam menu yang disajikan.
Bagaimana Guys, kerenkan Blue Bird Lombok?
Makanya buruan unduh aplikasinya, dan gunakan dalam setiap perjalananmu, banyak manfaat yang akan kamu peroleh pastinya. Jangan lupa ya J .


Thursday, September 14, 2017

BANGGA MENJADI INDONESIA


Puluhan pantai indah berpasir putih dengan bentangan lansekap perbukitan yang menawan, pulau-pulau kecil, air terjun elok, Gunung Rinjani dengan danau segara anak  yang menggairahkan. Ya, itulah Lombok, sebuah pulau mempesona dengan  julukan pulau seribu masjid yang pada kurun waktu belakangan menjadi sorotan karena kemenangannya di ajang penghargaan wisata halal dunia. Belum lagi ragam budaya mulai dari Presean, Lebaran Adat, Maulid Adat dan Nyongkolan, siapapun pastilah akan terpesona.

Patut banggakah kita yang berdomisili?

Iya, itu pasti, bangga menjadi masyarakat Lombok sejatinya harus terpatri dengan segala karunia Allah SWT, sungguh patut hal itu kita syukuri.

Kita beralih ke timur, di sana terletak pulau Sumbawa, sebuah pulau dimana terkandung emas di dalamnya. Bukan hanya itu saja, di sana ada Pulau Moyo, pulau yang pernah dikunjungi Lady Diana untuk berwisata. Semakin ke timur, kita akan berjumpa dengan Gunung Tambora, gunung dengan letusan yang mengguncangkan dunia, debu letusannya menutupi mulai dari Benua Asia, Eropa hingga Afrika. Semakin ke timur, tepat di ujung pulau, di sana terletak Bima, Dana Mbojo Dana Mbari yang berarti tanah keramat, tanah penuh misteri , persinggahan transportasi dunia pada zaman dahulu kala.

Gabungkanlah dua pulau tersebut, maka jadilah Nusa Tenggara Barat, sebuah provinsi dengan 3 (tiga) suku asli di dalamnya (Sasak, Samawa, Mbojo), hidup rukun tepa slira. Provinsi yang kaya, bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi juga sumber daya manusia. Banggakah saya dengan NTB?

Ya, tentu saja saya bangga, apalagi provinsi ini memiliki pemimpin yang mumpuni, bukan hanya dalam hal duniawi, tapi juga ukhrowi.

Kita semua mahfum pastinya, bahwa Provinsi NTB terletak di Indonesia, sebuah Negara Kesatuan yang membentang mulai dari timur Sumatra sampai barat Papua, dengan beragam bahasa, budaya, suku bangsa dan agama. Negeri dengan tanah subur, dimana tongkat kayu dan  batu pun  jadi tanaman. Negara kepulauan dengan sumber daya alam yang berlimpah, yang kekayaannya pernah menjadi buah bibir dunia, hingga membuat kita terjajah tiga setengah abad lamanya.

Banggakah kita dengan Indonesia?

Ya, tentu saja. Negeri ini layaknya surga, apa yang kita inginkan tersedia. Lalu cukupkah semua hanya dengan berbangga? Tentu saja tidak, ada hal-hal yang harus kita pelihara, jaga dan rawat, jangan biarkan siapapun yang berniat jahat. Kita harus bersatu, abaikan perbedaan pandangan, agama maupun suku, untuk membuat Indonesia maju.

"Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba flashblogger dengan tema bangga Lombok, bangga NTB, bangga Indonesia, yang di selenggarakan oleh kemkominfo pada hari Jum'at 15 September 2017 dalam acara workshop Flash Blogging  dengan tema Bijak Bermedia Sosial".  

Tuesday, June 27, 2017

Hilangkan Khawatir Dengan Berdzikir


Suatu hari di Bulan Ramadhan, tepatnya Senin 20 Juni 2017, ada pesan masuk di sebuah grup sosial media yang saya ikuti, isi pesan tersebut menyatakan bahwa pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2017 akan ada acara Ramadhan Berdzikir yang bertempat di Pulau Lombok-NTB, tepatnya di Islamic Center Mataram, sebuah acara hasil  kerja sama antara Media Nasional Republika dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dimana acara ini termasuk dalam rangkaian kegiatan selama Bulan Ramadhan dengan tema Pesona Khazanah Ramadhan (Ramadhandi Lombok 2017).
Hal yang menarik adalah, acara ini akan dipandu langsung oleh KH. Muhammad Arifin Ilham yang terkenal dengan majelis dzikirnya. Wow, ini kesempatan langka fikir saya, entah  kapan lagi  bisa mengikuti kegiatan serupa, mungkin saja memang kesempatan itu datang, tapi belum tentu moment tersebut akan hadir di Bulan Ramadhan, bulan dimana semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh ALLAH SWT.
Namun di sisi lain, saya sudah terlanjur membuat janji untuk menghadiri acara buka bersama di sebuah komunitas pada hari yang sama. Hati pun bimbang, yang mana harus saya hadiri, keduanya  sama pentingnya. Setelah berfikir mendalam, saya putuskan untuk menghadiri buka bersama saja, sedangkan untuk kegiatan Ramadhan Berdzikir ini saya akan hadir untuk sekedar mengambil foto kegiatan dimana foto tersebut akan saya ikut sertakan pada lomba  di rangkaian kegiatan yang sama.
Ternyata takdir berkata lain, entah kenapa sore itu, setelah asik mengambil foto dari berbagai sudut yang berbeda, niatan semula tersebut ternyata berubah. Saya pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti acara ini bersama masyarakat yang hadir, dan sejenak melupakan janji saya untuk menghadiri acara buka bersama di tempat lain setelah sebelumnya mengirim pesan bahwa saya akan telat datang. Tidak lama berselang setelah saya mengambil posisi duduk, Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. M Zainul Majdi MA atau yang biasa akrab dipanggil TGB memasuki panggung utama, kemudian disusul oleh KH. Arifin Ilham, sementara di atas panggung tersebut telah menanti unsur pimpinan yang ada di provinsi ini.
Dalam sambutannya, TGB menyampaikan bahwa kegiatan berzikir bersama memiliki sejumlah makna, di antaranya adalah untuk merekatkan ukhuwah antar umat Islam, dan dzikir bersama pada akhir ramadhan ini hendaknya dapat menjadi penyemangat dan pendorong untuk terus menambah kebaikan. Gubernur juga menegaskan, bahwa dalam membangun provinsi NTB tidak cukup dengan hanya membangun sarana fisik saja, tetapi juga bagaimana menjadikan masyarakat NTB kuat dan makmur baik lahir dan batin. Masih menurut beliau, berdzikir ini  adalah satu jalan untuk memberikan nutrisi kepada batin kita, membuat hati menjadi tenang. Selain itu dalam sambutannya TGB juga mengapresiasi kehadiran pimpinan Majelis Ad Dzikra, KH. Arifin Ilham, yang berkenan hadir untuk menghadiri dan memandu acara dzikir ini.

Acara utama pun tiba, dzikirpun dimulai, langit sore yang mendung  menjadi saksi kedashyatan dzikir bersama tersebut, masyarakat yang hadir larut dalam suasana sakral. Segala puji diucapkan, tasbih, tahmid, tahlil dan takbir menggema, do’a-do’a dipanjatkan, memohon ampunan, rahmat dan ridho dari Tuhan, ALLAH SWT pemilik semesta alam. Tangis bersahutan ketika diingatkan tentang dosa-dosa yang telah dilakukan.
Laksana batu yang terpukul tongkat Nabi Musa AS dan memancarkan air, mungkin itulah yang terjadi saat itu terhadap hati insan yang hadir, hati yang membatu itu pecah dan keluarlah air yang berwujud airmata. Semoga segala do’a yang terpanjat dikabulkan oleh ALLAH SWT, dan semua air mata yang tertumpah tidak sia-sia, dapat membawa kita menjadi insan yang bertakwa, dan semoga dengan berdzikir, akan hilang semua perasaan khawatir. Aamiin Yaa Rabbal’aalamin.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tentram (QS. 13 : 28)”.
”Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog #RamadhanDiLombok 2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.